WcBma5LrLOg50X66kF3p5HaCfJ41Lo99JHjSF8cx
Bookmark

Pengenalan Norma dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengenalan Norma dalam Kehidupan Sehari-hari

Norma adalah aturan atau pedoman perilaku yang berlaku dalam suatu masyarakat atau kelompok tertentu. Norma-norma ini membantu mengatur interaksi antarindividu dan membentuk dasar tata cara yang diterima secara sosial. 

Pengenalan norma dalam kehidupan sehari-hari sangat penting karena norma-norma ini membantu menciptakan keteraturan, harmoni, dan stabilitas dalam masyarakat. Berikut adalah beberapa contoh pengenalan norma dalam kehidupan sehari-hari:
  1. Norma sopan santun: Di banyak budaya, ada norma-norma yang mengatur bagaimana berinteraksi secara sopan dengan orang lain. Ini melibatkan memberikan salam, mengucapkan terima kasih, berbicara dengan suara yang ramah, dan menghindari perilaku kasar atau mengganggu.
  2. Norma dalam berpakaian: Setiap masyarakat memiliki norma-norma yang mengatur cara berpakaian. Misalnya, di lingkungan formal, orang mungkin diharapkan untuk berpakaian rapi dan sopan. Sementara di lingkungan santai, pakaian yang lebih santai mungkin lebih diterima.
  3. Norma kesopanan makan: Saat makan bersama, terdapat norma-norma yang mengatur perilaku di meja makan. Contohnya, menutup mulut saat mengunyah, tidak berbicara dengan mulut penuh, dan menghormati kebiasaan makan orang lain.
  4. Norma dalam antrean: Dalam antrean atau antrian, ada norma yang mengharuskan orang untuk menunggu giliran dengan sabar dan tidak mendorong atau mendahului orang lain.
  5. Norma dalam lalu lintas: Di jalan raya, ada norma-norma yang mengatur perilaku berkendara, seperti mengikuti rambu lalu lintas, menggunakan sabuk pengaman, dan menghormati hak pejalan kaki.
  6. Norma dalam komunikasi: Komunikasi yang efektif melibatkan menghormati norma-norma seperti tidak memotong pembicaraan, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan tidak menggunakan bahasa kasar atau ofensif.
  7. Norma dalam kebersihan lingkungan: Setiap masyarakat memiliki harapan mengenai kebersihan lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan tetap bersih.
  8. Norma dalam nilai-nilai moral: Norma-norma moral adalah pedoman etika yang mengatur perilaku manusia dalam hal baik dan buruk, seperti jujur, menghormati hak orang lain, dan tidak mencuri.
  9. Norma dalam kehidupan keluarga: Setiap keluarga memiliki norma dan nilai-nilai yang mengatur dinamika dalam rumah tangga, seperti menghormati orang tua, berbagi tugas rumah tangga, dan merawat anggota keluarga yang membutuhkan.
Pengenalan dan pematuhan terhadap norma-norma ini membantu menjaga harmoni dan keseimbangan dalam masyarakat. Saat individu mengenali dan menghormati norma-norma ini, interaksi sosial menjadi lebih lancar, dan konflik yang tidak perlu dapat dihindari.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi online, norma memiliki 2 makna. Pertama, aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat. Ia dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan berterima. 

Dalam pengertian ini, maka norma adalah sesuatu yang berlaku dan setiap warga harus menaatinya. Kedua, aturan, ukuran, atau kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur untuk menilai atau memperbandingkan sesuatu.

Jenis - Jenis Norma

Norma-norma dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan berbagai kriteria. Berikut adalah beberapa jenis norma yang umum:

1. Norma sosial

Norma sosial adalah aturan-aturan atau pedoman perilaku yang mengatur interaksi sosial dalam suatu masyarakat atau kelompok tertentu. Norma-norma sosial ini membentuk dasar bagi tata cara berperilaku yang diterima secara sosial dan mempengaruhi bagaimana individu berinteraksi satu sama lain. Ekspansi mengenai norma sosial mencakup berbagai aspek penting dalam kehidupan manusia:

a. Fungsi Norma Sosial:

Norma sosial memiliki beberapa fungsi penting dalam masyarakat, antara lain:
  • Menciptakan Keteraturan: Norma sosial membantu menciptakan keteraturan dan prediktabilitas dalam interaksi sosial. Dengan adanya norma, orang tahu apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana merespons perilaku orang lain.
  • Membentuk Identitas Kelompok: Norma sosial juga membantu membentuk identitas kelompok atau komunitas. Kelompok dengan norma yang serupa akan merasa memiliki ikatan yang lebih kuat dan merasa saling terhubung.
  • Menjaga Harmoni dan Stabilitas: Dengan mematuhi norma sosial, individu membantu menjaga harmoni dan stabilitas dalam masyarakat, mengurangi potensi konflik, dan meningkatkan kohesi sosial.
  • Memberikan Pedoman Perilaku: Norma sosial memberikan pedoman tentang perilaku yang dianggap tepat dan tidak tepat dalam berbagai situasi, sehingga membantu orang membuat keputusan etis dalam kehidupan sehari-hari.

b. Jenis-Jenis Norma Sosial:

Norma sosial dapat dibagi menjadi beberapa jenis, termasuk:
  • Norma sopan santun: Menyangkut etika dan tata krama dalam berinteraksi dengan orang lain, seperti mengucapkan salam, mengatakan terima kasih, dan berbicara dengan hormat.
  • Norma berpakaian: Mengatur cara berpakaian yang sesuai dengan situasi atau acara tertentu, seperti berpakaian formal untuk acara resmi atau berpakaian sopan untuk kunjungan ke tempat ibadah.
  • Norma dalam kelompok sosial: Mengatur bagaimana anggota kelompok berinteraksi satu sama lain dan menjaga kohesi kelompok, seperti norma dalam keluarga, sekolah, atau tempat kerja.
  • Norma dalam kehidupan masyarakat: Menyangkut perilaku yang diharapkan dalam ruang publik, seperti antrean, kesopanan di tempat umum, dan menjaga lingkungan bersih.
  • Norma dalam berkomunikasi: Mengatur cara berbicara dan mendengarkan dengan baik, seperti tidak memotong pembicaraan, menggunakan bahasa yang sopan, dan menghormati pendapat orang lain.

c. Sanksi Sosial:

Norma sosial didukung oleh sanksi sosial, yaitu reaksi positif atau negatif dari masyarakat terhadap perilaku yang sesuai atau melanggar norma. Sanksi sosial dapat berupa pujian, penghargaan, atau penerimaan sosial bagi mereka yang mematuhi norma, sementara mereka yang melanggarnya dapat menghadapi cemoohan, pengucilan, atau penolakan sosial.

d. Perubahan Norma Sosial:

Norma sosial tidak statis dan dapat berubah seiring waktu dan perkembangan masyarakat. Perubahan norma sosial dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti teknologi, globalisasi, perubahan nilai-nilai masyarakat, dan kebutuhan adaptasi terhadap perubahan sosial.

Kesadaran akan norma sosial dan kepatuhan terhadapnya penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, adil, dan menghargai keberagaman. Pengenalan dan pemahaman terhadap norma sosial membantu individu berinteraksi dengan lebih baik dalam berbagai situasi dan memupuk kerjasama yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

2. Norma moral

Norma moral adalah aturan-aturan atau prinsip-prinsip etika yang mengatur perilaku manusia dalam hal baik dan buruk, benar dan salah. Norma moral memberikan pedoman tentang apa yang dianggap benar atau pantas untuk dilakukan oleh individu dalam berbagai situasi kehidupan. 

Norma moral mencakup nilai-nilai dan keyakinan tentang apa yang dianggap baik, adil, dan benar, serta apa yang dianggap buruk atau tidak pantas. Berikut adalah beberapa aspek yang dapat membantu memahami norma moral secara lebih mendalam:

a. Subjektivitas dan Universalitas:

Norma moral dapat bersifat subjektif atau universal. Norma moral subjektif adalah norma yang dapat bervariasi dari individu ke individu atau dari kelompok ke kelompok, tergantung pada pandangan atau keyakinan pribadi mereka. Di sisi lain, norma moral universal adalah norma yang dianggap berlaku secara umum dan berlaku untuk semua manusia, terlepas dari latar belakang budaya atau agama.

b. Dasar-dasar Norma Moral:

Norma moral dapat memiliki berbagai dasar atau landasan, termasuk:
  • Religi: Norma-norma moral sering kali berakar dari ajaran agama dan teks-teks suci yang mengajarkan nilai-nilai etika.
  • Rasionalitas: Norma moral juga dapat berasal dari pertimbangan rasional tentang akibat dan dampak dari tindakan, seperti prinsip-prinsip utilitarianisme.
  • Konsensus sosial: Norma moral dapat muncul dari kesepakatan atau konsensus sosial dalam masyarakat tentang apa yang dianggap benar atau salah.

c. Konflik Nilai dan Moralitas:

Kadang-kadang, norma moral dapat bertentangan atau berkonflik satu sama lain. Ini dapat menyebabkan dilema moral di mana seseorang harus memilih di antara beberapa pilihan yang memerlukan kompromi antara nilai-nilai yang berbeda. Misalnya, dilema etika terkait hak asasi manusia, kemerdekaan, dan kepentingan kolektif sering kali memicu konflik nilai dan moralitas.

d. Perubahan Norma Moral:

Seperti norma sosial, norma moral juga dapat mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Perubahan ini dapat dipengaruhi oleh perkembangan budaya, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan refleksi kritis terhadap nilai-nilai yang ada.

e. Keberagaman Norma Moral:

Norma moral dapat bervariasi secara signifikan di antara berbagai budaya dan masyarakat. Beberapa nilai moral mungkin universal dan ditemukan di hampir semua budaya, sementara yang lain dapat menjadi khas bagi kelompok atau agama tertentu.

f. Pengaruh pada Perilaku:

Norma moral memiliki peran penting dalam membentuk perilaku individu dan masyarakat secara keseluruhan. Norma moral yang dipatuhi dan diinternalisasi oleh anggota masyarakat membantu menciptakan masyarakat yang etis, saling menghormati, dan berprinsip.

Penting untuk diingat bahwa norma moral bukanlah sesuatu yang bersifat tetap atau statis. Pandangan etika dan norma moral dapat beragam, dan dalam banyak kasus, merupakan hal yang kompleks. Memahami norma moral dan membentuk pandangan etika pribadi yang dipertimbangkan dapat membantu individu membuat keputusan yang lebih bijaksana dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

3. Norma agama

Norma agama adalah aturan-aturan atau pedoman perilaku yang berasal dari ajaran dan keyakinan agama tertentu. Norma-norma agama mengatur tindakan dan perilaku anggota komunitas agama dalam rangka mematuhi ajaran-ajaran agama tersebut. 

Norma agama memiliki peran sentral dalam membentuk moral dan etika dalam kehidupan anggota agama, serta mempengaruhi cara pandang, sikap, dan tindakan mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa aspek yang dapat membantu memahami norma agama secara lebih mendalam:

a. Sumber Norma Agama:

Norma agama berasal dari ajaran dan kitab-kitab suci agama tertentu. Setiap agama memiliki teks-teks suci yang dianggap sakral dan mengandung ajaran moral dan etika yang diikuti oleh para penganutnya. Contohnya, Al-Quran dalam Islam, Bible dalam Kekristenan, dan Tripitaka dalam Buddhisme.

b. Ajaran Moral dan Etika:

Norma agama seringkali berfokus pada prinsip-prinsip moral dan etika yang mencakup perilaku baik dan buruk, kebajikan, dan penghormatan terhadap hak-hak dan kewajiban sesama makhluk hidup. Misalnya, ajaran cinta kasih, keadilan, kerendahan hati, dan belas kasihan.

c. Peran Norma Agama dalam Kehidupan Sehari-hari:

Norma agama mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari para penganutnya, termasuk perilaku di rumah tangga, pekerjaan, interaksi sosial, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat. Norma agama dapat membentuk tata cara berpakaian, makanan yang dikonsumsi, hari-hari suci untuk ibadah, dan lain sebagainya.

d. Kepatuhan dan Penafsiran:

Meskipun norma agama merupakan ajaran sentral dalam agama, interpretasi dan pengamalan norma dapat bervariasi di antara penganutnya. Beberapa norma agama dapat dianggap kaku dan harus diikuti sepenuhnya, sementara yang lain dapat diartikan secara lebih luwes, mengikuti konteks dan zaman.

e. Etika Publik dan Kepemimpinan:

Norma agama juga dapat berdampak pada etika publik dan kepemimpinan politik. Beberapa agama menetapkan norma untuk para pemimpin dalam memerintah dan mengambil keputusan yang adil dan beretika.

f. Norma Agama dan Konflik:

Tidak jarang, norma agama dapat menjadi sumber konflik, terutama ketika norma agama satu kelompok berbenturan dengan norma agama kelompok lain atau ketika norma agama bertentangan dengan norma sosial atau hukum yang berlaku.

Norma agama memiliki peran penting dalam membentuk identitas dan moralitas individu serta komunitas agama. Bagi penganutnya, norma agama merupakan panduan penting dalam mencari makna hidup, memahami hakikat kebaikan, dan mengenali nilai-nilai yang diyakini sebagai benar dan suci. 

Namun, dalam masyarakat yang pluralistik, penting untuk memahami dan menghormati perbedaan dalam interpretasi norma agama dan mencari cara-cara berdialog dan berdamai dalam mengatasi potensi konflik.

4. Norma hukum

Norma hukum adalah aturan atau ketentuan yang ditetapkan oleh penguasa atau lembaga yang berwenang dalam suatu negara atau sistem hukum. Norma hukum bertujuan untuk mengatur perilaku dan hubungan antara individu, kelompok, dan lembaga, serta memberikan dasar bagi penegakan dan penegakan hukum dalam masyarakat. 

Hukum berfungsi sebagai instrumen penting untuk mencapai tujuan tertentu, seperti menjaga ketertiban, keadilan, dan kesejahteraan sosial. Berikut adalah beberapa aspek yang dapat membantu memahami norma hukum secara lebih mendalam:

a. Sumber Norma Hukum:

Norma hukum berasal dari berbagai sumber, termasuk:
  • Konstitusi: Norma-norma yang diatur dalam konstitusi suatu negara menjadi hukum tertinggi dan mengatur struktur pemerintahan dan hak-hak warga negara.
  • Undang-Undang: Norma-norma hukum yang dibuat oleh badan legislatif atau parlemen untuk mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti hukum pidana, hukum perdata, hukum perburuhan, dan lain sebagainya.
  • Putusan Pengadilan: Putusan pengadilan dan yurisprudensi yang mempengaruhi interpretasi dan aplikasi hukum dalam kasus-kasus serupa di masa mendatang.
  • Peraturan Pemerintah: Norma-norma yang ditetapkan oleh penguasa eksekutif atau badan pemerintah tertentu untuk melaksanakan undang-undang atau mengatur aspek tertentu dalam masyarakat.

b. Jenis-Jenis Norma Hukum:

Norma hukum dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:
  • Norma hukum publik: Mengatur hubungan antara pemerintah dan warga negara, seperti konstitusi dan hukum administrasi publik.
  • Norma hukum privat: Mengatur hubungan antara individu atau entitas swasta, seperti hukum perdata dan hukum bisnis.
  • Norma hukum pidana: Mengatur tindakan kriminal dan sanksi yang dikenakan atas tindakan yang melanggar hukum pidana.
  • Norma hukum internasional: Mengatur hubungan antara negara-negara dan entitas internasional, seperti perjanjian internasional dan hukum internasional kemanusiaan.

c. Kepatuhan dan Penegakan Hukum:

Pentingnya norma hukum terletak pada pematuhan dan penegakannya. Pemerintah, lembaga hukum, dan sistem peradilan bertanggung jawab untuk menegakkan hukum, memberikan sanksi atas pelanggaran, dan melindungi hak dan keadilan bagi individu atau kelompok yang dirugikan.

d. Perubahan dan Pengembangan Hukum:

Norma hukum tidak bersifat tetap dan dapat berubah seiring waktu dan perkembangan masyarakat. Perubahan hukum dapat mencerminkan perubahan nilai-nilai sosial, kebutuhan baru, atau tuntutan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.

e. Sistem Hukum:

Setiap negara memiliki sistem hukum yang berbeda, seperti sistem hukum umum (common law), sistem hukum kodifikasi (civil law), atau sistem hukum agama (syariah). Setiap sistem hukum memiliki karakteristik dan prinsip hukum yang berbeda.

Pentingnya norma hukum terletak pada peranannya dalam menciptakan ketertiban, keadilan, dan perlindungan bagi masyarakat. Kepatuhan terhadap norma hukum merupakan landasan bagi kehidupan yang beradab dan menciptakan stabilitas serta harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, pengembangan dan penyempurnaan norma hukum secara terus-menerus sangat penting untuk memastikan bahwa hukum tetap relevan dan responsif terhadap perubahan dan tantangan zaman.

5. Norma kesopanan

Norma kesopanan adalah aturan atau tata krama sosial yang mengatur cara berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain agar sesuai dengan standar etika dan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan berfungsi untuk menciptakan suasana yang nyaman dan saling menghormati dalam interaksi sosial, serta menjaga tata krama yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah beberapa aspek yang dapat membantu memahami norma kesopanan secara lebih mendalam:

a. Etika dalam Berkomunikasi:

Norma kesopanan dalam berkomunikasi melibatkan penggunaan bahasa yang sopan, menghormati pendapat orang lain, dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Hal ini mencakup menghindari bahasa kasar, mengucapkan salam, dan mengatakan terima kasih dengan tulus.

b. Menghormati Privasi dan Batasan Pribadi:

Norma kesopanan juga melibatkan menghormati privasi dan batasan pribadi orang lain. Ini berarti tidak mencampuri urusan pribadi orang lain tanpa izin, menghormati batasan-batasan fisik, dan tidak mengajukan pertanyaan yang terlalu pribadi.

c. Adab di Tempat Umum:

Norma kesopanan di tempat umum mencakup perilaku yang tidak mengganggu atau mengganggu orang lain. Ini termasuk menghindari berbicara terlalu keras, mempertahankan antrian dengan sabar, dan menjaga kebersihan lingkungan.

d. Kehadiran dan Keterlambatan:

Norma kesopanan menuntut kehadiran tepat waktu dan menghargai waktu orang lain. Tiba tepat waktu dalam acara atau pertemuan menunjukkan penghargaan terhadap kesibukan dan waktu orang lain.

e. Berpakaian Secara Pantas:

Norma kesopanan dalam berpakaian melibatkan memilih pakaian yang sesuai dengan situasi atau acara tertentu. Pakaian yang sopan dan pantas sesuai dengan norma budaya dan sosial yang berlaku.

f. Penggunaan Perangkat Elektronik:

Dalam era digital, norma kesopanan juga berlaku dalam penggunaan perangkat elektronik. Menghindari menggunakan telepon seluler atau perangkat lain saat berinteraksi dengan orang lain, seperti dalam rapat atau makan bersama, adalah bagian dari norma kesopanan modern.

g. Menghargai Keanekaragaman Budaya:

Norma kesopanan juga mencakup menghormati keanekaragaman budaya dan menghindari perilaku atau komentar yang dapat dianggap ofensif atau merendahkan suatu kelompok budaya tertentu.

Norma kesopanan dapat berbeda-beda di berbagai budaya dan lingkungan sosial. Adat istiadat dan tradisi masyarakat berperan penting dalam membentuk norma kesopanan yang berlaku di suatu wilayah atau kelompok. Pengenalan dan penghormatan terhadap norma kesopanan membantu menciptakan atmosfer sosial yang harmonis dan mengurangi potensi konflik dalam kehidupan sehari-hari.

6. Norma etika

Norma etika adalah aturan-aturan atau prinsip-prinsip moral yang mengatur perilaku dan tindakan individu atau kelompok dalam hal baik dan buruk, benar dan salah. Norma etika berfungsi sebagai pedoman moral yang membentuk pandangan dan sikap individu terhadap nilai-nilai dan kebajikan yang dianggap penting dalam kehidupan. 

Etika berhubungan dengan pertimbangan tentang akibat tindakan dan bagaimana perilaku tersebut mempengaruhi orang lain dan masyarakat secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa aspek yang dapat membantu memahami norma etika secara lebih mendalam:

a. Dasar Norma Etika:

Norma etika didasarkan pada nilai-nilai moral yang menjadi pedoman bagi perilaku manusia. Nilai-nilai ini bisa beragam di antara budaya dan agama, tetapi beberapa contoh nilai etika yang umum termasuk keadilan, kejujuran, belas kasihan, integritas, dan menghormati hak asasi manusia.

b. Prinsip Etika:

Prinsip-prinsip etika memberikan dasar bagi norma etika dan membantu membentuk pandangan tentang apa yang dianggap benar atau salah. Beberapa prinsip etika yang penting meliputi:
  • Utilitarianisme: Prinsip ini berfokus pada mencapai kebahagiaan atau keuntungan terbesar bagi sebanyak mungkin orang.
  • Deontologi: Prinsip ini menekankan pentingnya melaksanakan kewajiban dan tugas moral tanpa memperhatikan hasil atau konsekuensinya.
  • Etika Keadilan: Prinsip ini menekankan pada perlakuan yang adil dan setara bagi semua orang tanpa diskriminasi.
  • Etika Kebajikan: Prinsip ini berkaitan dengan pengembangan kebajikan dan karakter baik dalam diri seseorang.

c. Konflik Etika:

Kadang-kadang, norma etika dapat bertentangan satu sama lain, menyebabkan konflik etika di mana individu harus memilih di antara pilihan-pilihan yang berpotensi melanggar salah satu prinsip etika tertentu.

d. Etika Profesional:

Etika profesional mencakup norma-norma etika yang khusus berlaku dalam lingkup pekerjaan atau profesi tertentu. Setiap profesi memiliki kode etik yang mengatur perilaku dan tanggung jawab para praktisi dalam melaksanakan tugas dan layanan mereka.

e. Etika Bisnis:

Etika bisnis mencakup norma-norma etika yang relevan dalam dunia bisnis. Ini melibatkan pertimbangan tentang tanggung jawab sosial perusahaan, perlakuan adil terhadap karyawan dan konsumen, serta menghindari praktik bisnis yang tidak etis.

f. Etika Lingkungan:

Etika lingkungan mencakup pertimbangan etika terhadap lingkungan dan makhluk hidup di dalamnya. Ini melibatkan tanggung jawab manusia untuk melindungi alam dan melestarikan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

g. Penerapan Norma Etika:

Penerapan norma etika melibatkan kemauan dan kemampuan individu atau kelompok untuk mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip etika yang diyakini.

Norma etika berperan penting dalam membentuk kepribadian dan moralitas individu, serta mengarahkan perilaku dalam berbagai aspek kehidupan. Pemahaman dan kesadaran terhadap norma etika membantu individu membuat keputusan yang lebih bijaksana dan bertanggung jawab, sehingga berkontribusi pada masyarakat yang beradab dan berprinsip. 

Etika juga merupakan dasar dalam menciptakan lingkungan sosial yang saling menghormati, adil, dan berkeadilan. Norma diperlukan agar interaksi antarmanusia dapat berjalan dengan baik, saling menghormati, saling memberi, tolong menolong dalam kebajikan, dan menyayangi. 

Norma menjadi harapan agar kehidupan dapat berjalan secara harmonis, tidak saling menafikan, tidak saling membenci dan bermusuhan. Norma menjadi cara agar penyelenggaraan kehidupan dapat berjalan dengan indah. Ia ada jauh lebih dahulu dibanding konstitusi atau regulasi dalam sebuah negara. 

Norma terkadang sangat lokal atau berbasis lokalitas. Namun, norma terkadang demikian meluas, menjangkau seluruh umat manusia melewati batas-batas negara. Sifatnya terkadang universal. Norma merupakan kesepakatan sosial. Kisi-kisi kesepakatan dapat bersumber dari manapun dari hati nurani manusia, dari pergaulan antarmanusia dalam masyarakat, dari Tuhan Yang Maha Esa melalui ajaran agama, dan bersumber dari hukum atau peraturan perundang-undangan. 

Usia norma dapat panjang, dapat pula pendek. Terkadang, norma menyesuaikan perkembangan zaman. Oleh karena itu, aturan main dalam norma dapat berubah setiap saat. Terkadang rigid (kaku) tetapi terkadang sangat fleksibel. Sebagai warga negara, kita mendasarkan kepada perundang-undangan yang ditetapkan oleh penyelenggara negara. 

Dan sebagai anggota masyarakat, kita mendasarkan kepada aturan main bersama, yang terkadang disebut norma dan kadang disebut tradisi atau adat. Jika konstitusi ada yang tertulis dan tidak tertulis, maka norma pun demikian: terkadang tertulis dan terkadang sekedar dituturkan sebagai sabda suci untuk aturan bermasyarakat. 

Bila konstitusi atau regulasi negara memiliki ganjaran (reward) dan hukuman (punishment), demikian juga dengan norma. Dalam norma, yang melanggar akan mendapat hukuman dengan ketentuan yang telah disepakati anggota masyarakat. Dan yang menunaikan norma dengan baik, maka seseorang akan mendapatkan ganjaran, setidaknya berupa pujian. 

Hadiah dan hukuman dalam norma, terkadang berupa pemberian dan sanksi sosial (kultural). Bukan pemberian material ataupun hukuman fisik, tetapi berupa pujian karena melaksanakan norma, atau gunjingan (bahkan dijauhi) karena melanggar aturan yang telah disepakati dalam norma. 

Contoh norma dalam kehidupan sehari-hari adalah Peraturan RT. Di dalamnya, misalnya, tentang bagaimana cara untuk mengurus KTP atau mendapatkan Pengantar Surat bila ingin mengurus izin berusaha di tingkat desa sampai kabupaten/kota. Ada aturan yang lebih sederhana, bagaimana agar semua warga tiap malam ikut ronda kampung untuk menjaga keamanan. 

Ada pula norma yang tidak ditulis, seperti antartetangga harus saling membantu jika ada kesulitan. Antarwarga tidak boleh melakukan aktivitas yang dapat mengganggu tetangga, seperti membunyikan musik keras-keras, dan lain sebagainya. Di lembaga pendidikan, seperti sekolah tempat kita menuntut ilmu, ada pula aturan main. Ada banyak pasal-pasal yang tertulis dan ada aturan main yang tidak tertulis. 

Yang tertulis, antara lain, dalam bentuk tata tertib peserta didik dalam kelas. Yang tidak tertulis, misalnya, peserta didik harus saling membantu bila ada kesulitan dan saling menghormati atas perbedaan.
Posting Komentar

Posting Komentar